kamu tahu?
lakunya, mencoba memanah hari.
ah, mengapa hari punya nyawa seribu, sejuta? yang berkerut-kerut dahinya menghitung hidup sang hari.
kamu tahu?
pada hari ia mendadak sadis. pada waktu ia bengis.
rela ia diterjunkan pada ruang tanpa hari, lagi waktu. ia melankolis, tapi...apa,
kamu tahu??
kamu tahu?
matamu berlabuh di harinya, punggungmu ditatapnya dari jauh, saat kau menoleh, ia pura-pura berjalan menjauh. saat kau bertanya, ia menjawab diam sebab kau membuatnya alpa.
kali ini, apa kamu tahu?
kamu tahu apa?
sudahlah!
lakunya, mencoba memanah hari.
ah, mengapa hari punya nyawa seribu, sejuta? yang berkerut-kerut dahinya menghitung hidup sang hari.
kamu tahu?
pada hari ia mendadak sadis. pada waktu ia bengis.
rela ia diterjunkan pada ruang tanpa hari, lagi waktu. ia melankolis, tapi...apa,
kamu tahu??
kamu tahu?
matamu berlabuh di harinya, punggungmu ditatapnya dari jauh, saat kau menoleh, ia pura-pura berjalan menjauh. saat kau bertanya, ia menjawab diam sebab kau membuatnya alpa.
kali ini, apa kamu tahu?
kamu tahu apa?
sudahlah!
No comments:
Post a Comment