Pages

Monday, July 30, 2012

Etwas Nervig,,


Pertama-tama, perlu diingatkan bahwa tulisan ini hanya sampah, maka buanglah sampah pada tempatnya...

            Saya agak terbingung dengan makhluk yang satu ini. Sempat beberapa kali mematahkan keinginan saya umm..misalnya menonton tv, menghidupkan kipas angin atau sekedar mencharger handphone. Entah mengapa keberadaannya bersama saya terlalu memusingkan dan menyebalkan, seperti sangat tidak berjodoh. Padahal jika bersama dengan orang lain, ia terasa sangat akrab dan bersahabat. *huh, menjengkelkan*. Well, memang hidup tak selalu seperti yang kita inginkan.
            Pasti bertanya-tanya bukan siapakah beliau yang dimaksud? Yang sedikit banyaknya membuat saya gila dan pusing? *sepertinya emang udah gila dari dulu deh*. Ini tentang Elektron! Dunia elektron yang begitu misterius.


Apa coba? Berani-beraninya, pernah, dia tanpa izin membabi-buta nyetrum sana-sini, buat onar tanpa izin dialiran darah kita, ah...tak usahlah dibayangkan.
            Terkadang saya suka lucu juga memahami bahwa dia suka lompat kesana-kemari, ngelilingi inti sambil bergetar sehingga menghasilkan gerakan dalam bentuk 3 dimensi bahkan orang-orang sekaliber Heisenberg (bener gak nih tulisannya? Ntar salah tulis orangnya bangkit dari kubur lagi) belum bisa menemukan keberadaannya dalam sebuah rumah, sebut saja atom. Heisenberg hanya bisa menduga-duga posisinya dari inti, mungkin dia ada di sini, di situ, atau di sampingku.. Hah? Pergi-pergi, hush! *Please deh Mar*.
Yang membuat keherananku menjadi-jadi adalah, mengapa makhluk itu harus elektron? Mengapa harus selalu elektron yang diperbincangkan oleh Planck, Heisenberg atau Schrödinger? Mengapa? Haa? Haa? *PLAKK*
            Oke, kita lanjutkan, sampai dimana tadi? Oh ya, saya setidaknya sedikit berbahagia ada seseorang yang juga –paling tidak- sama denganku, kurang akrab dengan elektron (bahkan tidak sama sekali). Ini musuh bebuyutannya,,, -positron-, antielektron ini cukup membuat saya berbesar hati bahwa elektron memang tidak patut disanjung. Ayo positron,, kita main bersama *menggandeng positron*. Positron ini, kalau sudah naik darah akan menubruk elektron dan mereka kemungkinan dapat saling berhambur ataupun musnah total, menghasilkan sepasang -atau lebih- foton sinar gamma. Wah, engkau hebat sekali....
            Yang jelas, saya benci dengan elektron yang bermuka dua.. terkadang sebagai partikel, terkadang seperti gelombang, apa deh? Dualitas gelombang-partikel. Seperti lempar batu sembunyi tangan. Bagaimana tidak? Dia bisa nubruk partikel lain dalam fungsinya sebagai partikel kemudian berdifraksi sebagai cahaya.
            Sebenernya males banget ngomongin ini, “Dia (elektron) masuk dalam kelompok lepton” *pasti deh tu dia senyum-senyum bangga*. Kedudukannya disejajarkan dengan quark dan Higgs boson, bahkan dia adalah generasi pertama, –lepton elektronik-! (apa sih? Gak ngerti?). Begini, jadi di dunia ini ada para ahli yang kerjaannya bongkar-bongkar materi sampai ke partikel terkecil, lebih keren kalau disebut –ahli fisika partikel-. Nah mereka itu ambisius banget buat nemukan partikel paling dasar penyusun materi. Dan kalian sadar? Elektron masuk dalam posisi partikel dasar itu! *huh, membanting elektron*.
            Whahaha, jangan berbangga hati dulu ya elektron *plaak*, ternyata –katanya- kamu masih bisa dibagi menjadi 2 kuasi partikel yang berbeda, spinon yang melakukan spin elektron, dan orbiton yang membawa momentum orbital elektron.
Kalau dipikir-pikir bener juga sih, kenapa enggak? Tiap elektron tertentu pasti memiliki spin dan orbital, itu sih sejauh pemahaman saya tentang elektron. Jadi walau ini masih sebatas teori, namun kenyataan bahwa elektron masih bisa dipisahkan bukan hal yang tidak mungkin.
            Hmm... saya sudah lelah menceracau tentang elektron. Yang jelas, saat kita membicarakan elektron, dia pasti tahu... dia pasti sedih dan lari menuju inti –posisi kegalauan, posisi ground state-. Ah, silakan mengadu, memang saya fikirin.. :p

Terima kasih sudah membaca...
Jika ada yang sangat tidak teoritis maka itu mutlak karena kesotoyan saya.

No comments: