Pages

Monday, October 28, 2013

Tips Menghadapi Ujian. Sukses..

Hi, how r u? Fine? Sick? Owh, u ask me how am I? Yeah, I’m busy of examination, exactly correct a lot of pieces of examination paper -__-. Is there anybody who can help me?? (ngarep * “ngarep” bahasa inggrisnya apa? Hehe*).

Okay, ngomong-ngomong tentang examination, beberapa diantara kita mungkin menganggap ujian adalah momok yang menakutkan. Dan itulah yang terjadi pada murid-murid saya. Seolah-olah ujian adalah malaikat pencabut nyawa setelah Izrail [?]. Seakan, ruh peradaban yang sarat dengan misi-misi ketuhanan seolah-olah telah mati. Dan dunia tanpa pusat membentang luas, tak berbatas. Levitasi-levitasi kertas, penghapus dan suara-suara sumbang berkeliaran di ruang ujian. Mereka digelayuti pemikiran yang dikotomis, mengapa sangat berfikir sektoral dan sempit? Ujian itu mudah, tapi jangan hadapi dengan senyuman. Sekali lagi jangan!!

Saya sendiri menyukai ujian, tapi lebih menyukai lagi tidak ada ujian (hehe..). Terkadang sih saya suka membayangkan seandainya ada seorang doppelganger yang bisa menggantikan saya mengikuti ujian (terutama ujian kimia organik) maka saya akan sangat berterimakasih sekali.. -_- (ngayal). Menghadapi ujian itu ga melulu mengandalkan kemampuan otak. Harus punya strategi. Stra-Te-Gi!!
Seperti strategi licik para koruptor jika sudah ketahuan korupsi, atau strategi cerdas kancil menghindari terkaman buaya, atau strategi perang Rasulullah di perang Badar, nah tinggal pilih saja ingin strategi yang bagaimana.
Well langsung saja, here they are the tips...

#Tips 1
Belajarlah.
Saya memberikan kebebasan pada siapapun untuk mendefenisikan kata di atas. Sebuah universalitas makna. Coz everyone learns at different way and at different speed.. Yang jelas, sebelum ujian paling tidak harus membaca buku mata kuliah/mata pelajaran yang diujiankan. It’s up to you. Mau gunakan Teknik Hapal Mati, Teknik Memahami, Teknik disitu Ujian disitu Baca Buku, Sistem Kebut Semalem (nah ini yang paling saya suka, ^^v peace.. The power of kepepet), atau sistem yang paling idealis dan perfeksionis sedunia, Belajar Setiap Hari (nah, ini sebenernya yang saya bangeet... *jangan percaya!!). Atau juga gabungan antara teknik-teknik tersebut. Hmm...boleh juga.
Yang jelas, rasio hasil (nilai) diantara teknik-teknik diatas juga ga jauh beda kok. *alesan.
Saya justru tidak bisa terima kalau orang yang mau nilai tinggi tapi ga pernah mau belajar. Ther-Lha-Lhu..! Ke laut saja.. -_-. Orang sekaliber Imam Syafi’i saja tidur hanya sekejap (sekejap yang tidak terlalu nyenyak), pada saat tidak tidur ia kemana? Ia menuntut ilmu. Einstein meninggal diantara tumpukan-tumpukan kertas hasil teori-teori yang belum terselesaikan, yang dilakukannya adalah ia tergila-gila dengan ilmu pengetahuan (maksud saya, “gila” disini bukan seperti orang yang sering kalian temui di jalan-jalan itu. Bukan). Simple nya, Allah menurunkan ayat pertama Al-Qur’an yang berbunyi “iqra” artinya “bacalah”! Sebab itu baca, baca, baca! Baca tulisan ini (maksa). :)

#Tips 2
Pahami (diriku, halaah!).
Pelajaran jangan dihapal, tapi dipahami. Sebab saya bego’ banget soal hapal-menghapal. Jangan tanya saya bagaimana bunyi hukum laju reaksi, hukum Boyle atau hukum perbadingan tetap atau bahkan hukum Archimedes, saya tidak akan mampu menjawab. Tapi jika diminta menjelaskan dengan cara saya, insyaallah saya masih ingat. Teknik memahami memang sedikit memakan waktu, namun itu membuat kita mengingat lebih lama. Ibaratnya lama memahami dan lama melupakan. Sebab itu saya adalah orang yang sulit untuk melupakan... (kok?? ah lupakan kata-kata itu! merusak alur).
Terus, jangan segan-segan menuliskan apa yang baru saja dihapal. Adegan coret-mencoret kertas menjadi sangat mengagumkan saat kita sudah memahaminya. So, jangan heran jika buku-buku kuliah saya banyak coretannya (bisa jadi itu coretan kebosanan saat saya sedang kuliah -_- apadeh?).

#Tips 3
Tebak-Tebak Buah Manggis
Kita bisa menebak kira-kira tipe dosen yang ini atau yang itu akan memberikan soal ujian dengan bentuk yang bagaimana? Terus, bagaimana menebaknya? Salah satu caranya adalah dengan bertanya pada kakak senior. Jika sedang dalam masa-masa ujian, saya sering menelpon kakak senior (nelpon cuma kalau ada maunya saja) bertanya A-Z tentang seluk beluk bentuk soal yang akan dikeluarkan sang dosen, ujung-ujungnya saya akan berkata, “Kak, punya soal-soal tahun lalu gak? Pinjem dunk...”. (peminjam sejati, minjam ga dikembalikan...)
Kau tahu kawan? 80% soal yang saya pelajari dari soal-soal yang diberikan kakak kelas, keluar dengan anggun di lembar soal ujian saya. Terang aja saya mengerjakannya sambil senyum-senyum (sebenernya mau sambil jingkrak-jingkrak, tapi mikir kayaknya ga mungkin..).
Main tebak-tebakan soal juga gak kalah asyiknya dengan pinjem soal karena terkadang kakak kelas ga selalu punya stok soal-soal tahun lalu. Pernah saya waktu itu yang baru saja sembuh dari sakit keras [?] di semester 1, harus menghadapi berbagai ujian susulan karena sudah kurang lebih 3 minggu (ditambah libur Ied Fitri, total nyaris 1,5 bulan) tidak masuk kuliah. T_T menyedihkan sekali... Dalam keadaan tubuh yang sangat ringkih itu saya harus menghapal banyak sekali ujian-ujian yang siap menghadang. Seperti biasa, saya memilih-milih apa yang harus saya hapal karena saya menyadari, otak saya yang sempit (anggap saja begitu walau sebenarnya tidak) tidak akan mampu menghafal seluruhnya. Jadilah saya tebak-tebak buah manggis sambil berdoa, “Ya Allah, semoga contoh soal yang ini yang keluar di ujian nanti. Pliiiisss ya Allah... (sambil mengerjakan hanya 1 contoh soal saja, hanya 1 soal saja untuk tiap teori)”. Dan ternyata taaaraaa... yang keluar diujian adalah persis contoh soal yang saya kerjakan dan tepatnya untuk tiap teori. Persis sekali. Saya memang sangat beruntung. Dan keberuntungan selalu mengikuti di ujian-ujian selanjutnya. Alhamdulillah. Jadi kalau melihat nilai saya yang tinggi, sebenarnya bukan karena pintarnya saya, sebab saya selalu beruntung, sekali lagi beruntung (biar lebih menyakinkan), itu saja. Saya terkadang juga sering bengong-bengong melihat nilai saya. Kok bisa? Atau juga sering sekali sang Dosen silap mata saat memeriksa kertas ujian saya, misal yang seharusnya nilai 75 menjadi 88 atau bahkan 94. Yang seharusnya 80 menjadi 100 (ini dosen fisika yang silap abis broo), tapi saya diam-diam saja.. hahah.. (*picik* tapi saya lebih senang menyebutnya sebagai keberuntungan).

#Tips 4
Jawab semua soal.
Saya terbiasa dengan tidak membiarkan lembar jawaban saya kosong melompong, sekalipun saya tidak mengetahui jawabannya. Karena saya selalu berharap sang Dosen memberikan yah setidaknya nilai upah nulis/capek sebab sudah menjawab begitu panjang. Lain halnya jika saya sudah mengetahui jawabannya, maka saya akan menjawab dengan tepat, singkat dan tidak bertele-tele.
Nah, ini dia yang paling saya suka. ^^. Teknik menjawab soal ujian yang saya tidak tahu jawabannya adalah dengan mengarang bebas (ini tidak berlaku untuk dunia matematika). Karanglah apa yang bisa kau karang! Saya cukup memiliki kompetensi dalam bidang karang-mengarang. Maka, ketika saya mengumpulkan jawaban ujian, teman-teman saya pada cemas, “Mar kenapa jawabanmu panjang kalii??”. Dan saya hanya menjawab dengan tersenyum saja. Dalam hati bergumam, “Apakah dia tidak tahu ini semua karangan?”
Terkadang saat saya mengarang, jawaban itu muncul begitu saja. Ini Ilham boy, titisan dari langit..halaah! Nah, bagaimana jika karangan sudah sampai 7 baris sementara si “ilham” (jawaban) baru muncul dibaris ke-8? Sederhana saja, garislah inti karangan dengan tinta merah agar sang Dosen tahu bahwa inti jawaban ada pada baris ke-8.
Tapi ingat, belajarlah untuk membuat karangan yang bermutu. Hahah.. Ups.

#Tips 5
“Lembar Jawaban” Kita Harus Punya Nilai Lebih.
Kita harus beda sama yang lain. Tapi bukan berarti kalau yang lain jawab A, terus kita jawab B. Tak pentung kepalamu! Bukan begitu. Maksudnya, kalau yang lain jawab A, usahakan kita bisa jawab AB. Dan usahakan juga kertas ujian kita berada paling atas saat dikumpulkan. Jadi, ketika dosen memeriksa kertas ujian kita, dia bisa membandingkan mana jawaban yang paling lengkap dan mana yang biasa saja. Ngerti ga sih maksud saya? Oke anggap saja kalian mengerti.
Lalu, bagaimana jika ada teman yang bertanya jawaban pada kita? Ah, biasa saja. Gak perlu pelit. Saya mah kalau ada yang nanya ya saya kasih tahu. Tapi ingat, jangan tanya balik. Biar saja orang lain yang mencontek, asal kamu tidak. Jangan melecehkan integritas dan integralitas dirimu dengan mencontek atau mengopek.
Semisal jawaban yang diminta temanmu adalah ABCDE, maka cukup beri dia AB saja atau ACE saja. Jangan beritahu semua. Jadi, jawaban kamu 5 poin, sedangkan jawaban teman kamu cuma 2 atau 3 poin.
Nah, bagaimana kalau soalnya pilihan berganda? Ahay, gampang... jangan dijawab dulu. Cukup tandai saja jawabannya. So, jika ada temanmu yang bertanya, “Jawaban nomor sekian apa?”, kita tinggal katakan, “Belum dijawab.... (sambil nunjukin kertas jawaban)”. Apakah ini disebut picik? Saya rasa tidak..hehehe..

#Tips 7
Don’t be late friend.. Don’t be late!
Kalau hari biasa kamu sering telat (siapa itu? Siapa?), nah saat ujian usahakan datang lebih cepat, paling tidak tepat waktu sebelum dosen membacakan soal. Jika kamu tertinggal 5 menit saat ujian, artinya kamu tertinggal 10 menit untuk mengejar teman-temanmu agar setidaknya berada pada daerah yang sama. Paham maksudnya? Paham tidak paham anggap saja paham, pura-pura mengerti juga tak mengapa. Walaupun saya sering telat masuk kuliah, namun saya tidak pernah telat jika ujian. Saya sangat tepat waktu. ^^v

#Tips 7
Tempat Duduk Menentukan Nilai.
Ini siapa yang mengatakan? Haa?? Lantas jika duduk di belakang bisa menjawab soal dengan mudah gitu? Duduk di tengah bisa jawab tanpa menulis gitu? Duduk di depan bisa dapat jawaban dari dosen gitu?? Ah, menghayal!
Saya lebih senang duduk paling depan, aman tentram nyaman sebab tidak ada yang mengganggu. Tidak ada yang mengganggu, “Mar pinjem tipe-X laa..”, “Mar, pinjem penggaris..”, sekalian aja “Mar pinjem sepatumu..”. Juga jarang ada yang bertanya, “Mar nomor sekian apa?”, “Mar udah jawab nomor ini?”. Apadeh? Gak salah nanya sama saya? Ini yang saya tulis amburadul semua, hanya karangan fiktif belaka. :D Sekaligus juga sebagai cara agar kita terhindar dan tidak tergoda untuk bertanya pada teman (mencontek).
Kalau perlu kamu duduk tepat di depan dosennya sebagai taktik meminimalisir gangguan. Tapi itu jarang saya lakukan, bukan karena gimana-gimana, karena saya lebih senang duduk di dekat pintu/jendela. Jika sudah suntuk sesuntuk-suntuknya menjawab soal ujian terkadang hingga mengantuk (hayyah, apalagi ini? ujian mengantuk? tidak berperikeujianan!), saya akan memandang keluar jendela menatap langit dan pohon-pohon hijau sambil menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, seolah jawaban bisa muncul dengan menarik nafas dan menghembuskannya seketika (bego’). Namun saya yakin, terkadang ketenangan bisa mengalahkan segalanya. Dan secara tiba-tiba...criiiingng... jawaban muncul di otak saya.

#Tips 8
Berdoa dan minta Doa.
Selalunya jika akan menghadapi ujian, saya akan memohon doa restu kepada ibu saya (kok seperti appaaa gitu, “doa restu?”). Minta doa kepada siapa saja yang saya temui, adik, kakak, ceman-ceman.. Minta didoakan agar saya bisa menjawab semuanya dengan tepat.
But wait, si pelaku ujian juga jangan lupa berdoa. Doa saya cukup egois jika ingin menghadapi ujian. Kurang lebih seperti ini, “Ya Allah mudahkanlah hamba menjawab soal ujian hari ini, jika hari ini hamba bisa menjawab soal ujiannya dengan baik dan benar, maka lancarkanlah ujiannya. Jika hamba tidak bisa menjawab, tundalah ujiannya 1 minggu lagi ya Allah.. Pliss ya Allaaah.. -__-“
Doa ini biasanya ada disetiap tahajud dan Dhuha sebelum ujian. Peace ^^v, dan ini cukup berhasil.. Allah memang Ar-Rahman Ar-Rahim..



Ah...mengapa jadi rindu kuliah?? :).

No comments: