bisakah sejenak kita berdiam dan berdamai?
se-jam saja, ah tidak, 1hari?1bulan?1tahun?1windu?
kali ini, coba izinkan aku sebentar saja menghela nafas,
tidakkah Tuan lelah berdiri dan terus menatap di sampingku?
ataukah Tuan mencuri debar jantungku yang semakin menipis? aku mulai curiga pada tiap senyum Tuan yang menguntum pada waktu yang maya. aku benar-benar curiga.
Tuan perasaan yang saya homati,
kita benar-benar saling menghormati atau mengasihi?
atau mencurangi?
kita butuh lupa untuk menyimpan baik-baik segala rindu
kita gunakan saja diam untuk berteriak jelas,
sebab mungkin saja, aku telah berat berbicara padamu.
Tuan, perasaan,
perasaan, Tuan,
kita memang butuh semuanya,
lupa, diam, dan janji?
ah, jangan pada janji
sekecil apapun janji, aku bisa menagihnya kuat-kuat
sekalipun hanya seutas senyum.
se-jam saja, ah tidak, 1hari?1bulan?1tahun?1windu?
kali ini, coba izinkan aku sebentar saja menghela nafas,
tidakkah Tuan lelah berdiri dan terus menatap di sampingku?
ataukah Tuan mencuri debar jantungku yang semakin menipis? aku mulai curiga pada tiap senyum Tuan yang menguntum pada waktu yang maya. aku benar-benar curiga.
Tuan perasaan yang saya homati,
kita benar-benar saling menghormati atau mengasihi?
atau mencurangi?
kita butuh lupa untuk menyimpan baik-baik segala rindu
kita gunakan saja diam untuk berteriak jelas,
sebab mungkin saja, aku telah berat berbicara padamu.
Tuan, perasaan,
perasaan, Tuan,
kita memang butuh semuanya,
lupa, diam, dan janji?
ah, jangan pada janji
sekecil apapun janji, aku bisa menagihnya kuat-kuat
sekalipun hanya seutas senyum.
No comments:
Post a Comment