Hanya ingin menulis tentang
wanita. Tidak ada tujuan khusus, hanya ingin menulis setelah sekian lama tidak
menulis. Memperhatikan teman-teman yang segender dan diri sendiri secara
lahiriah dan batiniah, ternyata sifat wanita itu tidak jauh berbeda. Yang
berbeda hanya bentuk wajah dan sifat khas yang dimiliki masing-masing orang. Wanita
memiliki beberapa sifat
yang cenderung sama walaupun tidak secara keseluruhan
tetapi sebagian besar, ya tentu saja.
1. Yang ini atau yang itu?
Nah, kalau seorang wanita sedang memilih pakaian, sandal atau bahkan
undangan pernikahan, biasanya mereka akan bertanya, “Mana yang lebih bagus
ya?”.
Misalnya seorang wanita bertanya perihal undangan pernikahan pada calon
suaminya:
Wanita: “Undangan pernikahan kita bagusnya pakai foto atau enggak ya?”.
Lelaki : “Pakai foto boleh juga”
Wanita: “Tapi kalau yang gak pakai foto, desain undangannya juga bagus”
Lelaki : “Ya udah, gak pakai foto juga gak masalah”
Wanita: “Kalau gak pakai foto ntar orang-orang gak tau kalau yang mau
nikah itu kita”
Lelaki : (Berusaha sabar dan
mencari solusi). “Kalau gitu buat 50% pakai foto, 50% lagi
gak usah ada fotonya.
Wanita: “Wah nanti kita dibilang gak konsisten lagi. Mana bisa beda-beda
gitu
undangannya”
Lelaki : “Ya udah!!! Gak usah
cetak undangan!!! Kita ngundangnya via SMS aja! Ribet
amat
sih!!!”
Wanita: &%###@&&#$%???
(Dalam hati: Kok marah-marah ya? Emang aku salah
nanyain
undangan?). “Mas tunggu, gaunku lebih cantik yang warna putih atau
ungu???”
Lelaki : (Lari............!)
Nah,
begitulah kira-kira. Sebenarnya tidak ada yang salah dari seorang wanita.
Mereka tidak butuh jawaban yang singkat sekedar “Ya” atau “Tidak”. Lebih dari
itu, mereka butuh alasan. Sekali lagi alasan! Alasan mengapa yang warna biru
lebih bagus daripada warna merah atau mengapa boneka teddybear lebih baik
daripada dolphin. Dan perlu diketahui, terkadang jika wanita bertanya mana yang
lebih bagus atau lebih cocok untuk digunakan, sebenarnya mereka sudah memiliki
jawaban sendiri. Mereka hanya butuh penguatan atas pilihannya. :)
Atau doba pahami secuil cerita
berikut ini:
Saat sedang pulang dari suatu tempat, si wanita memasang wajah masam yang
menurutnya si lelaki akan memahami kalau sebenarnya ia tidak menyukai acara
tersebut. Dengan kondisi yang bingung dan benar-benar tidak tahu, si lelaki
bertanya:
Lelaki : “Kamu kenapa cemberut begitu”?
Wanita : “Gak ada apa-apa.”
Lelaki : “Kamu sakit?”
Wanita : “Enggak!”
Lelaki : “Jadi???”
Wanita : “Bisa gak sih diem aja? BT tau? Kamu memang gak pernah ngerti
aku!!!”
Lelaki : “Jadi aku harus bagaimana?”
Wanita :”Iya, dari dulu kamu memang gak pernah ngerti aku! Coba kamu
pikir bla-bla-bla-bla &%#$##@^&$***)90#$#, TURUNIN AKU SEKARANG!!!”
Lelaki : “Ini sudah larut malam. Jalanan sudah sepi. Turun di rumah aja
ya. Kita bicara baik-baik.
Wanita : “TURUNIN AKU SEKARAAAANGGG!!!”
Lelaki : “Ok2, iya aku turunin sekarang”. (merapatkan mobilnya di pinggir
jalan)
Wanita : “Kamu tega nurunin aku? Di malam gelap begini? Tega??”
Lelaki : (dalam kondisi seperti ini, hal yang paling tepat untuk ku
lakukan adalah: “pura-pura mati”).
Cerita
diatas, aku pun tidak paham bagaimana mengomentarinya. ^^.
2. Dengarkanlah! Jangan memotong
pembicaraanku.
Sudah menjadi fitrahnya kalau wanita itu lebih banyak berbicara daripada
lelaki. Coba buktikan, yang lebih cerewet ibumu atau ayahmu? Yang sering nge-rap kalau kamu pulang terlambat, ibumu
atau ayahmu? Yup, pasti rata-rata jawabannya adalah ibu. ini bukan hobby.
Sekali lagi bukan hobby. Justru biasanya mereka menyelesaikan masalah dengan
berkata-kata. Dengan kata lain, jika pria mengindeks masalah di kepalanya maka
wanita mengindeks masalah dalam mulutnya. Jadi gak perlu heran jika sedang ada
masalah, lelaki justru lebih sering diam dan menyendiri, sedangkan wanita akan
menceritakan masalah pada sahabatnya.
Nah, jika wanita sedang curhat dengan sahabatnya, perhatikanlah tidak ada
proses diskusi di dalamnya. Yang ada hanya si punya masalah bercerita
(seringkali diikuti dengan tangisan) dan si teman mendengarkan dengan seksama
sambil sesekali mengelus pundaknya hingga ia selesai berbicara dan si teman
menanggapi dengan ikut merasa bahwa ia juga mengalami hal yang sama, sambil
berkata, “Sabar ya, semua pasti ada jalan keluarnya” atau “Yakinlah pasti ada
hikmah atas semua ini”. Terkadang, wanita tidak membutuhkan solusi tetapi hanya
membutuhkan orang lain mendengarkan masalah yang ia alami. Membutuhkan orang
lain hanya sekedar memahami kondisi dan keadaan dirinya saat itu (Ce’ ile...)
karena wanita itu sudah tahu dan sudah menentukan solusi atas permasalahan yang
ia alami. Satu hal lagi yang perlu dipahami, jika ia sedang menceritakan
masalahnya lalu kita hendak memotong pembicaraannya karena kita merasa sudah
menemukan solusi permasalahan yang ia alami, tunggulah sejenak hingga ia
menyelesaikan pembicaraannya. Be a good listener.
3. Pembicaraan 10 topik.
Aku sering berbicara dengan ibuku via telephon. Kami sering membicarakan
apa saja. Yang jelas tidak pernah membicarakan fokus pada 1 topik. Bahkan
dengan teman juga begitu. Pembicaraan yang awalnya membicarakan proposal dana
bisa sampai pada pakaian kotor atau cucian yang sudah direndam tetapi belum
sempat dicuci. Seperti contoh berikut ini:
Nina : “Li, hari ini ada agenda? Keluar yuk?”
Lia : “Hmm... agenda ya? Gak ada
sih, tapi harus belajar untuk ujian besok. Ujian sih gampang, gak belajar juga
gak apa-apa, masalahnya mama ku lagi gak ada dirumah. Eh sebentar, cucianku
udah kering belum ya (liat kearah jemuran).
Nina : “Angkat dulu jemurannya ntar hujan”
Lia : “Oh, belum kering. Ntar aku
tanya mama dulu ya manatau dikasih izin soalnya bingung nitip kuncinya sama
siapa. Mau pergi kemana? Oya, udah ujian MM?
Nina : “Pergi cari kado buat Zizah. Mungkin minggu depan ujian MM nya.
Zizahkan besok ultah?
Lia : “Oh ya? Aku kok gak tau besok Zizah ultah? Guru MM kalian siapa?
Dst.....
(Tanpa disadari belum ada keputusan dalam pembicaraan itu).
Aku pernah berbicara dengan abangku seperti itu (tanpa kusadari) dan aku
sedikit terkejut karena ia berkata, “Ngomong apa sih dek? Sebenarnya yang mau
disampaikan apa?”
Jeggeeer....!!
Ternyata hanya wanita yang bisa memahami pembicaraan 10 topik ini karena
wanita bisa memahami hal-hal diluar konteks, bisa mendengar suara yang nyaris
tidak terdengar kaum pria dan bisa memaknai hal-hal yang berbau perasaan lebih
mendalam (Peace... telunjuk dan jari tengah mengacung).
4. Mereka bilang aku lemah, tapi aku mampu menyelesaikan
5 pekerjaan dalam 2,5 jam
Terdengar kontras bukan? Statement bahwa “wanita itu lemah” tidak lagi
terdengar asing di telinga kita. Tapi coba perhatikan ibumu di rumah. Ia dapat
menyelesaikan 5 pekerjaan nyaris dalam waktu 2,5 jam. Menyiapkan sarapan,
menyapu rumah, mencuci pakaian, mencuci piring hingga menyiapkan anak-anaknya
pergi ke sekolah. Dan semuanya bisa selesai dari pukul 05.00 – 06.30 WIB.
Amazing bukan? Coba kita bandingkan jika hanya ayah kita saja yang berada di
rumah, mulai pukul 05.00 – 06.30 WIB ia hanya mampu menyelesaikan 1 pekerjaan
saja, yakni : memasak nasi goreng. Itu pun dengan rasa yang abal-abal,
anak-anaknya galau menyebut masakan itu sebagai nasi goreng.
Aku
ingat, ketika abangku sedang mengutak-atik sepeda motornya, aku mengajaknya
berbicara. Berbicara apa saja. Hingga ia berkata, “Adoh, dek udahlah nanti aja
ngomongnya. Abang lagi konsen benerin keretanya!”. Aku agak heran, emang gak
bisa benerin sepeda motornya sambil berbincang denganku? Ternyata, kalau wanita
bisa melakukan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan, nah lelaki hanya
bisa fokus pada 1 pekerjaan dalam satu waktu. Wah, wanita memang hebat... :)
5. Wanita cenderung lebih rapi.
Kalau
yang satu ini, tergantung wanitanya juga sih. Tapi sebagian besar, wanita itu
memang lebih rapi dibandingkan kaum pria. Coba bandingkan lemari pakaian adik
lelaki dengan adik perempuanmu. Aku benar-benar heran dan keherananku ini juga
dialami oleh beberapa orang temanku. Entah mengapa jika aku sudah menyusun rapi
pakaian di dalam lemari abangku, itu tidak akan bertahan lama. 3 hari kemudian,
pakaiaian sudah berubah bentuk menjadi buntelan-buntelan baju. Padahal aku
sudah menyusunnya dengan rapi. Aku sedikit heran, jika mereka mengambil 1
kemeja berwarna biru makan seluruh baju yang ada di lemari akan berantakan
dengan posisi yang tak pernah terbayangkan. Berbeda dengan wanita, segalanya
tersusun dengan rapi dan teratur.
Kamu, wanita yang bagaimana? :)
No comments:
Post a Comment