Pages

Thursday, August 30, 2012

Kami Butuh Prasasti Kehidupan


Suaramu dan -nya
Adalah melagu sumbang, memungut gairah lendir – lendir anyir.
Darah itu merah tuan!
Dalam cerita, haruskah aku membujur makam sendiri?
Atau memintal nisan disini?

Suaramu dan -nya
Adalah sebenar putih melumpur, lumpur menghitam,
menanak lumpur – lumpur moral setebal sampah.
Lidahku sudah luka menyantap janji.
Bolehkah aku mengucir bibirmu – bibirnya?


Aku mengira kau sebenar sabda rerumputan.
Sambungan ombak di pelataran bibirmu lebih basah,
seperti aroma perih yang ku kunyah di lintas musim dan cuaca.
Aku butuh tunggangan nafas!
Sebab oase ini membisik luka,
save
my
soul

Haruskah dada berdetak sedang jantung mematung? Haruskah darah mengucur sedang luka membeku? Haruskah kata terjalin sedang huruf tak berta’aruf?
            save my soul"

Kami butuh prasasti kehidupan.
Izinkan kami,
menata ulang  peradaban!




No comments: