Hmm.. rindu juga
untuk menulis. Kalian juga rindu kan membaca tulisan saya? Sudah akui
saja. (?)
Hmm... Begini,
agaknya ada yang mesti dipertanyakan oleh kemampuan tangan saya dalam membuat
suatu benda berubah menjadi suatu fungsi yang berbeda. Semacam disfungsi
sebagian atau total. Dan menurut saya, itu bukan sesuatu yang patut
dibanggakan. -_-
Pernah dulu, saya
yang demikian pongah mengaku sangat lihai dalam bidang pangkas memangkas
rambut. Yah, sekian ratus kalinya, adik sayalah yang menjadi korban kemahiran
kedua tangan saya ini. Awalnya, dia merasa agak ragu untuk menjadi pasien
gadungan ahli pangkas yang sangat anggun ini (baca: saya). Mungkin juga adik saya
tidak pernah menyangka bahwa kakaknya yang bak bidadari turun dari pohon kelapa
ini mampu menyulap dirinya menjadi setampan Brad Pitt atau segagah Tom Cruise.
(hukss..*kantong plastik manaaa?)
Setelah terpaut
pandangan mematikan dan gombalan maut dari saya yang bertubi-tubi, akhirnya ia
merelakan rambutnya untuk saya pangkas. Layaknya seorang tukang pangkas nomor
wahid, maka saya bertanya padanya ingin dipangkas seperti apa. Dengan gaya anak
kelas 2 SD yang masih culun ia berkata, “Pangkas model apa aja kak, yang
penting ganteng”. (ganteng??ganteng darimana? dari langit ke-7, terbang naik
awan kinton Sung-Goku *halah!). Sepertinya adik saya sangat percaya diri saat
itu. Dan hal itu turut menaikkan rating kePeDe-an saya beberapa persen. (!?)
A few minutes
later...
Umm..walaupun tidak
segagah Tom Cruise, tetapi bisa kukatakan paling tidak yah, 11/12 lah sama
beliau. (yakiiin? Lalu? Gua haruss bilang..........*diam!!)
Yang jelas, ia
sangat terharu dengan hasil pangkasan saya (?), bahkan meneteskan airmata dengan
sangat syahdu hingga tersedu-sedu (saya jadi malu... *plaak* kakak biadab).
Bukan, itu bukan kehendak saya. Sekali lagi, itu kemahiran tangan saya yang
mampu mengubah suatu benda berada tidak pada posisi/fungsinya, sebuah distorsi
fungsi.
Dulu juga, pernah
suatu ketika saat SMP, saya diberi bunga Euphorbia (hidup) oleh teman saya. Ia
berpesan, jaga baik-baik bunga Euphorbia itu hingga saatnya tiba... kwkwk
(lebay? Tidak, tidak,, ini tidak seperti yang anda bayangkan). Jadi ceritanya,
ketika itu guru Biologi memberikan tugas untuk membawa tanaman sebagai tugas
keanekaragaman hayati (kalau gak salah sih..), dan merupakan kesalahan total
bagi si kawan karena telah menyerahkan tanggung jawab pemeliharaan tanaman itu
pada saya. *bertaubatlah engkau duhai teman..(?)
Sungguh, saat itu
saya benar-benar menjaga amanah tersebut dengan penuh keikhlasan. Bagaimana
tidak? Begitu sampai dirumah, saya menyiram tanaman itu dengan seember air
(asli seember air), udara panas di daerah saya cukup membuatnya sedikit layu.
Seketika, hipotesis saya adalah telah terjadi Plasmolisis dalam tubuh si bunga.
Maka, tanpa segan dan tanpa dosa saya menyiram nyaris seember air pada bunga
sambil memasang wajah sedih (cepat diminum ya bunga... -_-). Begitu seterusnya
hingga 3 hari, bunga menunjukkan keanehan. Agaknya bunga lebih memilih pulang
ke Rahmatullah dengan damai daripada mendapatkan kasih sayang dari saya .(?)
Sungguh, saya camkan
bahwa saya bukanlah makhluk perusak. Hanya masalah ketidaksesuaian.
Ketidakcocokan antara euphorbia dengan saya, ketidaksinkronan antara rambut
adik dengan tangan saya dan lain sebagainya.
Sebenarnya saya
ingin bercerita tentang seorang perokok yang sangat menyebalkan. Lalu apa
artinya sepatah dua patah kata di atas? Apa maksud itu semua? -_- .
Ehm, baiklah itu
hanya sebuah awalan. Awalan yang mungkin nyaris membuat anda paham maksud dan
tujuan saya pada cerita selanjutnya.
Saya sangat membenci
yang namanya perokok angkot. Secara saya sebagai angkoters sejati, naik angkot
adalah kebiasaan dan kebutuhan yang tidak dapat saya tinggalkan. Kegiatan
naik-turun angkot menjadi tidak menyenangkan seketika jika sudah hadir si
“cerobong asap”. Asapnya mengepul-ngepul di depan wajah saya. Ya!! Di depan
wajah saya! Memangnya saya nyamuk, difogging??
Sekalipun saya sudah
menutup hidung saya dengan jilbab, tetap saja ia seperti tidak memiliki hati
nurani. Tidak peduli. Apa ia tidak pernah berfikir bahwa rokok itu bisa
menyebabkan berbagai penyakit? Tidak pernah terlintas dibenaknya bahwa saya
seketika menjadi perokok pasif yang menghirup asap rokok yang ia keluarkan?
Kalau mau merokok, ditelan saja asapnya! Huh, jika terjadi apa-apa dengan rahim
saya beberapa tahun ke depan, maka si “cerobong asap” itu adalah orang pertama
yang saya salahkan. *ngomel-ngomel gaya emak-emak pilih cabe mahal*
Saya rasa, sudah
sangat pas sekali ada larangan merokok di tempat umum. Setidaknya mengurangi
omelan wanita seperti saya yang juga mengalami nasib serupa.
Padahal Indonesia
sudah merdeka, (sudah berapa tahun?? -_-) yang jelas tahun depan masih merdeka,
ya insyaallah jika belum kiamat. Tetapi mengapa masih ada saja manusia terjajah
seperti saya yang tidak merasakan kemerdekaan saat bahkan naik angkot (apalagi
diapit oleh dua manusia makmur ?__? *itu lain cerita Mar!).
Saya juga sangat
menyesalkan bahwa ketika ada seorang guru yang menyuruh muridnya untuk jangan
sekali-kali menyentuh rokok sementara di tangan kanannya terselip rokok yang
menyala dan tangan kirinya menggenggam bungkus rokok yang nyaris tuntas (sebuah
elegi dunia pendidikan) adalah sebuah tindakan praktek langsung. Seakan-akan
“jika kamu seorang lelaki sejati maka merokoklah!”. Tidak, jangan ditiru!
Dan yang paling
menyesakkan (karena asap rokok) adalah saat dosen menjelaskan di depan kelas,
para pembelajar aktif (yang biasanya duduk di kursi paling depan) terkena
dampak zat adiktif rokok dan ini, secara perlahan melemahkan jaringan syaraf si
mahasiswa.
Jadi, peringatan
keras bagi kalian (tidak mungkin bagi saya) yang merokok, bisa jadi,,, pintar
atau bodohnya generasi masa depan, salah satunya ditentukan oleh kalian. Segera
sadar itu baik pak perokok...
Oke broo and Sist
*maybe*?? Kalau ingin merokok, berfikirlah ~kali (baca: tak terhingga kali)
agar tak pernah terbesit keinginan untuk merokok. Lebih baik beli permen jahe,
sehat dan membuat badan anda segar *yang jelas tidak membuat masuk angin (?)*.
Cukup sekian omelan
saya hari ini, semoga ibadah kita diterima Sang Maha Kuasa. Aamiin.. ^_^.
No comments:
Post a Comment