Pages

Monday, September 10, 2012

Fogging... -_-


Hmm.. rindu juga untuk menulis. Kalian juga rindu kan membaca tulisan saya? Sudah akui saja. (?)

Hmm... Begini, agaknya ada yang mesti dipertanyakan oleh kemampuan tangan saya dalam membuat suatu benda berubah menjadi suatu fungsi yang berbeda. Semacam disfungsi sebagian atau total. Dan menurut saya, itu bukan sesuatu yang patut dibanggakan. -_-
Pernah dulu, saya yang demikian pongah mengaku sangat lihai dalam bidang pangkas memangkas rambut. Yah, sekian ratus kalinya, adik sayalah yang menjadi korban kemahiran kedua tangan saya ini. Awalnya, dia merasa agak ragu untuk menjadi pasien gadungan ahli pangkas yang sangat anggun ini (baca: saya). Mungkin juga adik saya tidak pernah menyangka bahwa kakaknya yang bak bidadari turun dari pohon kelapa
ini mampu menyulap dirinya menjadi setampan Brad Pitt atau segagah Tom Cruise. (hukss..*kantong plastik manaaa?)

Setelah terpaut pandangan mematikan dan gombalan maut dari saya yang bertubi-tubi, akhirnya ia merelakan rambutnya untuk saya pangkas. Layaknya seorang tukang pangkas nomor wahid, maka saya bertanya padanya ingin dipangkas seperti apa. Dengan gaya anak kelas 2 SD yang masih culun ia berkata, “Pangkas model apa aja kak, yang penting ganteng”. (ganteng??ganteng darimana? dari langit ke-7, terbang naik awan kinton Sung-Goku *halah!). Sepertinya adik saya sangat percaya diri saat itu. Dan hal itu turut menaikkan rating kePeDe-an saya beberapa persen. (!?)

A few minutes later...
Umm..walaupun tidak segagah Tom Cruise, tetapi bisa kukatakan paling tidak yah, 11/12 lah sama beliau. (yakiiin? Lalu? Gua haruss bilang..........*diam!!)
Yang jelas, ia sangat terharu dengan hasil pangkasan saya (?), bahkan meneteskan airmata dengan sangat syahdu hingga tersedu-sedu (saya jadi malu... *plaak* kakak biadab). Bukan, itu bukan kehendak saya. Sekali lagi, itu kemahiran tangan saya yang mampu mengubah suatu benda berada tidak pada posisi/fungsinya, sebuah distorsi fungsi.

Dulu juga, pernah suatu ketika saat SMP, saya diberi bunga Euphorbia (hidup) oleh teman saya. Ia berpesan, jaga baik-baik bunga Euphorbia itu hingga saatnya tiba... kwkwk (lebay? Tidak, tidak,, ini tidak seperti yang anda bayangkan). Jadi ceritanya, ketika itu guru Biologi memberikan tugas untuk membawa tanaman sebagai tugas keanekaragaman hayati (kalau gak salah sih..), dan merupakan kesalahan total bagi si kawan karena telah menyerahkan tanggung jawab pemeliharaan tanaman itu pada saya. *bertaubatlah engkau duhai teman..(?)

Sungguh, saat itu saya benar-benar menjaga amanah tersebut dengan penuh keikhlasan. Bagaimana tidak? Begitu sampai dirumah, saya menyiram tanaman itu dengan seember air (asli seember air), udara panas di daerah saya cukup membuatnya sedikit layu. Seketika, hipotesis saya adalah telah terjadi Plasmolisis dalam tubuh si bunga. Maka, tanpa segan dan tanpa dosa saya menyiram nyaris seember air pada bunga sambil memasang wajah sedih (cepat diminum ya bunga... -_-). Begitu seterusnya hingga 3 hari, bunga menunjukkan keanehan. Agaknya bunga lebih memilih pulang ke Rahmatullah dengan damai daripada mendapatkan kasih sayang dari saya .(?)
Sungguh, saya camkan bahwa saya bukanlah makhluk perusak. Hanya masalah ketidaksesuaian. Ketidakcocokan antara euphorbia dengan saya, ketidaksinkronan antara rambut adik dengan tangan saya dan lain sebagainya.

Sebenarnya saya ingin bercerita tentang seorang perokok yang sangat menyebalkan. Lalu apa artinya sepatah dua patah kata di atas? Apa maksud itu semua? -_- .
Ehm, baiklah itu hanya sebuah awalan. Awalan yang mungkin nyaris membuat anda paham maksud dan tujuan saya pada cerita selanjutnya.

Saya sangat membenci yang namanya perokok angkot. Secara saya sebagai angkoters sejati, naik angkot adalah kebiasaan dan kebutuhan yang tidak dapat saya tinggalkan. Kegiatan naik-turun angkot menjadi tidak menyenangkan seketika jika sudah hadir si “cerobong asap”. Asapnya mengepul-ngepul di depan wajah saya. Ya!! Di depan wajah saya! Memangnya saya nyamuk, difogging??
Sekalipun saya sudah menutup hidung saya dengan jilbab, tetap saja ia seperti tidak memiliki hati nurani. Tidak peduli. Apa ia tidak pernah berfikir bahwa rokok itu bisa menyebabkan berbagai penyakit? Tidak pernah terlintas dibenaknya bahwa saya seketika menjadi perokok pasif yang menghirup asap rokok yang ia keluarkan? Kalau mau merokok, ditelan saja asapnya! Huh, jika terjadi apa-apa dengan rahim saya beberapa tahun ke depan, maka si “cerobong asap” itu adalah orang pertama yang saya salahkan. *ngomel-ngomel gaya emak-emak pilih cabe mahal*

Saya rasa, sudah sangat pas sekali ada larangan merokok di tempat umum. Setidaknya mengurangi omelan wanita seperti saya yang juga mengalami nasib serupa.
Padahal Indonesia sudah merdeka, (sudah berapa tahun?? -_-) yang jelas tahun depan masih merdeka, ya insyaallah jika belum kiamat. Tetapi mengapa masih ada saja manusia terjajah seperti saya yang tidak merasakan kemerdekaan saat bahkan naik angkot (apalagi diapit oleh dua manusia makmur ?__? *itu lain cerita Mar!).
Saya juga sangat menyesalkan bahwa ketika ada seorang guru yang menyuruh muridnya untuk jangan sekali-kali menyentuh rokok sementara di tangan kanannya terselip rokok yang menyala dan tangan kirinya menggenggam bungkus rokok yang nyaris tuntas (sebuah elegi dunia pendidikan) adalah sebuah tindakan praktek langsung. Seakan-akan “jika kamu seorang lelaki sejati maka merokoklah!”. Tidak, jangan ditiru!

Dan yang paling menyesakkan (karena asap rokok) adalah saat dosen menjelaskan di depan kelas, para pembelajar aktif (yang biasanya duduk di kursi paling depan) terkena dampak zat adiktif rokok dan ini, secara perlahan melemahkan jaringan syaraf si mahasiswa.
Jadi, peringatan keras bagi kalian (tidak mungkin bagi saya) yang merokok, bisa jadi,,, pintar atau bodohnya generasi masa depan, salah satunya ditentukan oleh kalian. Segera sadar itu baik pak perokok...

Oke broo and Sist *maybe*?? Kalau ingin merokok, berfikirlah ~kali (baca: tak terhingga kali) agar tak pernah terbesit keinginan untuk merokok. Lebih baik beli permen jahe, sehat dan membuat badan anda segar *yang jelas tidak membuat masuk angin (?)*.

Cukup sekian omelan saya hari ini, semoga ibadah kita diterima Sang Maha Kuasa. Aamiin.. ^_^.

No comments: