Ini tentang sarkasme.
Dan saya adalah orang yang berada
dalam barisan garis keras penolak sarkasme. Bagi saya yang “anti mainstream” dan anti
kekerasan fisik maupun oral (ini ngomong apa sih?), pilihan diskusi adalah
metode terbaik mengambil sebuah keputusan. Sejak alam lahir, saya paling
membenci kata “dicuekin”, lebih baik dimarahi habis-habisan daripada didiamkan,
disapa-pun tidak. Saya jadi serba salah. Sebab itu, teman-teman saya kalau
sedang “ingin diam” terkait mungkin ada masalah pribadi dan sebagainya, mereka
sering berkata, “Tenang, aku ga apa-apa. Ini ga ada kaitannya samamu”. Maka
saya pun bisa paham. Artinya begini, saya bisa menerima saat seseorang membutuhkan
kesendirian. Terkadang memang ada hal-hal yang tidak bisa kita ceritakan pada
orang lain dan memaksa kita merenungkan serta memikirkan jalan keluar itu
sendiri.


