Assalamualaikum wr wb.
Sore ini saya terjebak
di sebuah kebun bunga kecil di lantai 3 tepat dimana saya sering duduk sendiri
dan memandang bintang. Tidak terjebak sih, tetapi memang menjebakkan diri.
Cukup sendiri saja. Sebab kita perlu sendiri untuk bisa menelisik rasa, bukan?
Sendiri untuk bisa memaknai mengapa kita harus memahami kita. Memahami untuk
apa kita dan siapa kita lalu jadi apa kita setelahnya. Sendiri terkadang
dimaknai personal oleh teman saya sebagai manisfestasi rasa galau di luar
koridor. Namun menurut saya, justru pada “sendiri”lah seseorang dapat
melahirkan karya-karya besar. Dan bagi saya? Mungkin tepatnya, benar kata teman
saya tadi: “sendiri adalah kau yang suka bermain-main pada perasaanmu” . *tsah
elah, mau ngomong galau aja susah bener*.