“Wanita itu indah seperti bunga” terang teman saya.
“Kalau bunga bangkai? Atau bunga kuburan? Kamu mau?”, ejek
saya padanya.
“Ya itu kan perumpamaan. Bunga mawar misalnya atau bunga
kamboja”, jelasnya sekali lagi.
Bagi saya, bunga justru menyimpan
banyak misteri. Menjadi indah dan menebar harum sekehendaknya adalah takdir
bunga. Banyak sekali orang tersihir karenanya, tanpa tahu ternyata bunga
menyimpan duri tajam yang menipu. Saat hendak memetiknya, orang akan menyadari
ternyata tertusuk duri amat sakit. Sakit...--! (eh tolong ya Mar, FOKUS!).
Oh ya, saya punya pengalaman menarik
tentang bunga. Saya menyukai bunga, tetapi bunga sepertinya tidak menyukai
saya. Yah, 11-12 lah sama cinta yang bertepuk sebelah kaki.