Pages

Friday, April 18, 2014

Hujan dan tanya



Hujan yang mendahului sore, dua hari yang lalu, gugup-gugup ia bertanya satu hal.
"Apa yang sedang kau tulis?"
"Sebuah puisi yang tidak berjudul dan lagu yang tak bernada"

Hujan melampaui hari dengan tanya selalu, disimpannya dan dibawa berarak entah kemana. Ya, entah kemana angin menjejak.

Sore kemarin, hujan tak luput menyinggah dan melepas tanya?
"Sekarang, apa yang kau karang?"
"Tentang bait-bait yang tak berawal dan kisah yang masih aku simpan ujungnya"

Hujan semakin sesak saja. Rasa ingin tahunya yang melesak-lesak hingga ke ufuk

Monday, April 7, 2014

Sunni-Syiah-Golput

Assalamua’alaikum wr wb..
Bismillah, kali ini saya akan sedikit mengulas tentang beberapa cerita saya dan teman saya mengenai Syiah dan sesuatu yang perlu kita ketahui selanjutnya tentang ini.
                Beberapa kali sudah terbesit niat untuk menuliskan hal ini, namun terkadang harga malas dan ego menjadi lebih lebih tinggi daripada nilai sebuah manfaat, maka dengan itu, cerita ini hanya saya simpan dalam hati, terus dan enggan menumpahkannya pada sebuah tulisan.

Beberapa bulan atau minggu yang lewat (saya lupa tepatnya kapan), saya seringkali bercerita dengan teman saya dari Yaman. Namanya Ma’agid. Namun saya lebih senang memanggilnya dengan sebutan bapak Yaman.

Thursday, April 3, 2014

GakPakeJudul,okesiph

Semoga mata saya tidak buta karena terlalu lama melihat laptop, ya Allah. aamiin.
itu saja. *benerin kacamata*
*edisi baca e-book organic yg njelimet*

sigh.. huaaa, pulaaang...(?)


Tuesday, March 25, 2014

Kamu Tahu?

kamu tahu?
lakunya, mencoba memanah hari.
ah, mengapa hari punya nyawa seribu, sejuta? yang berkerut-kerut dahinya menghitung hidup sang hari.

kamu tahu?
pada hari ia mendadak sadis. pada waktu ia bengis.

Wednesday, March 19, 2014

Kisah bercerita...


ssstt.. ada cerita tentang kisah.
kisah bercerita tentang cerita yang dilaluinya, sore ini, atau sore nanti.
tentang sore, kisah senja adalah sukanya. 

Thursday, March 13, 2014

Kacau!

*o* wahaaa.. tiket mahal sekali... #nelen gula setoples
mari kita berdendang. :)

Tuesday, March 4, 2014

Dear Perasaan,

bisakah sejenak kita berdiam dan berdamai?
se-jam saja, ah tidak, 1hari?1bulan?1tahun?1windu?
kali ini, coba izinkan aku sebentar saja menghela nafas,
tidakkah Tuan lelah berdiri dan terus menatap di sampingku? 
ataukah Tuan mencuri debar jantungku yang semakin menipis? aku mulai curiga pada tiap senyum Tuan yang menguntum pada waktu yang maya. aku benar-benar curiga.

Friday, February 28, 2014

Lagi-Lagi Gegara Dowry

Tulisan ini tidak panjang, sebab saya tidak bisa memejamkan mata malam ini maka saya rasa ini adalah hal paling produktif yang bisa saya lakukan selain menonton film.

siang tadi, selepas pulang kuliah, tidak biasanya, seorang teman saya, sebut saja namanya Prasad (haha, ini nama aslinya kok, saya agak lemot dalam hal karang mengarang nama), atau lebih mudahnya kita panggil saja teman saya dengan panggilan "P" biar lebih hemat.

Untuk kali pertama saya menyelesaikan praktikum organik lebih cepat dari yang lain dan tentunya pulang lebih cepat. di india ini tidak ada sistem saling tunggu, yang cepat maka dia bisa pulang duluan, setelah di absen tentunya..
Nah, kebetulan si P ini selalu ramah sekali menanyakan pada saya, "Everything's ok Mar? Do u need a help?bla..blaa..bla.. do u need a measuring jar? ok wait, i will take it for u" dst. si P ini memang baik dan ramah kepada siapa saja.

...?

Kau dan aku ialah satu jiwa; hanya saja sedang berdiam di jasad berbeda. Kau dan aku ruh yang mesra, sebab Allah yang mengenalkannya. Ibn Hayyan


Tangan Panas is just a Fake

“Wanita itu indah seperti bunga” terang teman saya.
“Kalau bunga bangkai? Atau bunga kuburan? Kamu mau?”, ejek saya padanya.
“Ya itu kan perumpamaan. Bunga mawar misalnya atau bunga kamboja”, jelasnya sekali lagi.

Bagi saya, bunga justru menyimpan banyak misteri. Menjadi indah dan menebar harum sekehendaknya adalah takdir bunga. Banyak sekali orang tersihir karenanya, tanpa tahu ternyata bunga menyimpan duri tajam yang menipu. Saat hendak memetiknya, orang akan menyadari ternyata tertusuk duri amat sakit. Sakit...--! (eh tolong ya Mar, FOKUS!).

Oh ya, saya punya pengalaman menarik tentang bunga. Saya menyukai bunga, tetapi bunga sepertinya tidak menyukai saya. Yah, 11-12 lah sama cinta yang bertepuk sebelah kaki.

Saya Berharapnya...

Assalamualaikum wr wb.
Sore ini saya terjebak di sebuah kebun bunga kecil di lantai 3 tepat dimana saya sering duduk sendiri dan memandang bintang. Tidak terjebak sih, tetapi memang menjebakkan diri. Cukup sendiri saja. Sebab kita perlu sendiri untuk bisa menelisik rasa, bukan? Sendiri untuk bisa memaknai mengapa kita harus memahami kita. Memahami untuk apa kita dan siapa kita lalu jadi apa kita setelahnya. Sendiri terkadang dimaknai personal oleh teman saya sebagai manisfestasi rasa galau di luar koridor. Namun menurut saya, justru pada “sendiri”lah seseorang dapat melahirkan karya-karya besar. Dan bagi saya? Mungkin tepatnya, benar kata teman saya tadi: “sendiri adalah kau yang suka bermain-main pada perasaanmu” . *tsah elah, mau ngomong galau aja susah bener*.

Un-Named Prince (in my heart)

            Pangeran saya yang satu ini memang tiada bandingnya. Ia yang amat murah senyum dan baik hati ini, sesungguhnya tidak berasal dari orang yang amat berada. Namun kebesaran hatinya menunjukkan bahwa ia memiliki segalanya. Mensyukuri apa yang ada dan terus berusaha menjadi lebih baik pernah disampaikannya. “Kalau tidak bisa bermanfaat bagi orang lain, setidaknya jangan menyusahkan”. Begitu pesannya.
Baginya, memenuhi segala kebutuhan saya adalah sebuah kewajiban. Ia tidak gampang marah, tapi jangan pancing kemarahannya, justru akan membuatmu menangis tersedu-sedu tanpa henti.

            Dialah yang mengenalkan saya pada sebuah jendela, jendela ilmu. Buku selalu ia hadiahkan pada saya. Bahkan ibu saya sekalipun, yang tidak pernah melarang saya pergi kemanapun, namun pria yang satu ini justru berkata, “Perempuan itu ga baik jalan jauh-jauh sendirian”. Begitu ungkapnya. Dulu, ia selalu cemas kalau saya tidak berada di rumah saat makan siang. Selalu ditanyanya, “Si adek mana?”. Saya yang begajulan ternyata sedang bermain-main di sawah mencari ikan atau merusak ladang orang -_-.

Sunday, November 24, 2013

It makes me look like crazy -smiling walking alone-




Saya seperti sedang melangkahkan kaki dan beranjak pulang. Pulang pada sebuah masa kecil saat menari adalah sebuah kebanggaan. ?
Saya teringat pada dahulu sekali yang saya nyaris lupa, menari di sebuah acara dengan menggunakan lagu ini.
Itu yang membuat saya tertawa layaknya orang kurang gizi, berjalan dan tersenyum-senyum sendiri jika mendengar lagu ini. Mendapati saya yang dahulu sangat terlalu polos dan menari dengan suka cita tanpa beban dan bangga yang berlimpah ruah tentunya. haha

Ya Allah, dunia ini cepat sekali ya berputar. Saya kira saya masih lucu, ternyata tidak! -_-
Menjadi dewasa ternyata tidak mudah, meski harus lebih banyak memahami, saya lebih memilih untuk pura-pura lupa atau pura-pura tidak tahu.

Thursday, November 21, 2013

Iqomah

Teringat sebuah kisah, pada zaman antah berantah hiduplah sebuah ? kakak beradik yang lucu-lucu dan menggemaskan, terlebih kakaknya. Nah, suatu ketika sang adik sebut saja namanya Andi tiba-tiba memanggil kakaknya sambil lari ngos-ngosan seperti baru saja dikejar anjing rabies akut,
       "Kak, kakak......kakak..... Tadi kakak denger suara azan apa enggak?"
Si kakak yang tidak tahu apa-apa merasa terkejut dengan pertanyaan adiknya satu ini. Ada apakah gerangan si adik tiba-tiba bertanya tentang azan?

Rindu adalah

Rindu adalah...
yang menurut hemat saya sebentuk kegalauan yang tidak tahu diarahkan kemana. Ke kanan? Ke kiri? depan? belakang? atau sebenarnya tidak paham apa yang sebenarnya kaurindui? Makan banyak, pergi berkeliling, ketawa-ketiwi serasa sudah bahagia sepenuhnya, padahal tidak. rindu masih menyimpan raganya di dalam dada. Rindu memang menyesakkan ya? haha.

Sekilas saya kutip pernyataan si Atok dalam drama penuh makna, "Ipin Upin" saat mendapati bahwa si Rembo tengah dilanda rindu: