Hujan yang mendahului sore, dua hari yang lalu, gugup-gugup ia bertanya satu hal.
"Apa yang sedang kau tulis?"
"Sebuah puisi yang tidak berjudul dan lagu yang tak bernada"
Hujan melampaui hari dengan tanya selalu, disimpannya dan dibawa berarak entah kemana. Ya, entah kemana angin menjejak.
Sore kemarin, hujan tak luput menyinggah dan melepas tanya?
"Sekarang, apa yang kau karang?"
"Tentang bait-bait yang tak berawal dan kisah yang masih aku simpan ujungnya"
Hujan semakin sesak saja. Rasa ingin tahunya yang melesak-lesak hingga ke ufuk



