Terlepas
dari semua rasa bersalah dan segala yang disebut kesalahpahaman. Apa yang
terjadi saat ini mungkin sebab ada kesalahpahaman versiku yang aku rangkai
sendiri hingga menghasilkan imaji-imaji yang justru menyulam kebisuan sekalipun
berisik telah tertempel pada dinding-dinding yang mulai terkelupas itu. Aku
tanya apa sebabnya, ia diam saja. hati memang selalu minta didengar tanpa harus
dipaksa berkata. Sekalipun aku juga merangkai-rangkai sendiri makna pada hati
yang kutanyai. “Apa? Mengapa? Ada apa denganmu? Dan sedari tadi kau diam saja!!”.
hati memang tidak pernah bisa menjawab. Ia selalu meminta kita merangkum
bahasanya.
Tuesday, November 19, 2013
Saturday, November 2, 2013
Lidah Tidak Bertulang
"Lidah memang tidak bertulang". Biarkan saya menodai ilmu biologi untuk saat ini. Sekalipun saya paham benar bahwa lidah sesungguhnya memiliki tulang walau sekedar tulang rawan yang lembut namun bisa menusuk jauh pada apa yang mampu dikeluarkannya.
Saya teringat benar apa yang pernah ibu guru Matematika SMA saya katakan saat saya mencoba curhat tentang suatu masalah padanya, "Maka, jika engkau tidak menyukai seseorang melakukan hal ini padamu, jangan sekali-kali lakukan hal yang sama pada orang lain sekalipun engkau sangat ingin membalasnya. Karena mereka juga akan merasakan rasa sakit yang sama dengan apa yang engkau rasakan".
Bijak sekali ibu guru saya. Sederhana namun mengesankan.
Itulah yang saya tangkap dari sosok beliau. Semoga beliau selalu dalam rahmatNya. Aaamiin ya robbal'alamin..
Tentang sebuah lidah, maka bolehkah saya mengatakan bahwa segala sesuatu bisa terjadi karenanya?
Yang bisa saja menurut kita adalah guyonan yang lucu, perkataan yang biasa saja namun ditangkap berbeda dari orang yang mendengar. Siapa yang tahu karena sepatah kata yang kita ucapkan membuatnya mengalirkan air mata berjam-jam atau karena sedetik lelucon hambar membuatnya berdoa sebagai makhluk yang teraniaya? Apakah kita tidak pernah berfikir semacam itu? Apakah berbicara hanya sekedar sebongkah permainan kata tanpa perasaan, hingga tajamnya kata mampu menusuk jantung orang lain? Kejam sekali! Sekalipun saya bukanlah makhluk suci tanpa dosa, namun apa salahnya mulai berbijak hati untuk menelurkan kata-kata yang baik, menghadiahi orang lain bukan pada sebuah materi namun pada penghargaan terhadap orang lain. Apakah sebegitu sulit merapat pada hal-hal yang baik? Mengerem lidah berkata ini dan itu? Saya kira pendidikan SD-SMP-SMA bahkan S1 dan S2 sudah cukup bisa melahirkan kita sebagai manusia yang sedikit beradab.
Kepada tuan yang sangat saya hormati. Berbijaklah pada diri anda dan orang lain. Sekian.
Saya teringat benar apa yang pernah ibu guru Matematika SMA saya katakan saat saya mencoba curhat tentang suatu masalah padanya, "Maka, jika engkau tidak menyukai seseorang melakukan hal ini padamu, jangan sekali-kali lakukan hal yang sama pada orang lain sekalipun engkau sangat ingin membalasnya. Karena mereka juga akan merasakan rasa sakit yang sama dengan apa yang engkau rasakan".
Bijak sekali ibu guru saya. Sederhana namun mengesankan.
Itulah yang saya tangkap dari sosok beliau. Semoga beliau selalu dalam rahmatNya. Aaamiin ya robbal'alamin..
Tentang sebuah lidah, maka bolehkah saya mengatakan bahwa segala sesuatu bisa terjadi karenanya?
Yang bisa saja menurut kita adalah guyonan yang lucu, perkataan yang biasa saja namun ditangkap berbeda dari orang yang mendengar. Siapa yang tahu karena sepatah kata yang kita ucapkan membuatnya mengalirkan air mata berjam-jam atau karena sedetik lelucon hambar membuatnya berdoa sebagai makhluk yang teraniaya? Apakah kita tidak pernah berfikir semacam itu? Apakah berbicara hanya sekedar sebongkah permainan kata tanpa perasaan, hingga tajamnya kata mampu menusuk jantung orang lain? Kejam sekali! Sekalipun saya bukanlah makhluk suci tanpa dosa, namun apa salahnya mulai berbijak hati untuk menelurkan kata-kata yang baik, menghadiahi orang lain bukan pada sebuah materi namun pada penghargaan terhadap orang lain. Apakah sebegitu sulit merapat pada hal-hal yang baik? Mengerem lidah berkata ini dan itu? Saya kira pendidikan SD-SMP-SMA bahkan S1 dan S2 sudah cukup bisa melahirkan kita sebagai manusia yang sedikit beradab.
Kepada tuan yang sangat saya hormati. Berbijaklah pada diri anda dan orang lain. Sekian.
Friday, November 1, 2013
Story From India, "Eh..si Bapak.. Udah nikah belom??"
Konon kabarnya, pemaksaan pada otak secara terus menerus akan menyebabkan kegagalan (disfungsi) otak. Itu menurut saya sih, saya fikir yang lain juga sepaham, bahwa otak jangan diajak untuk berfikir terlalu lama. Singkatnya, menjadi gila adalah pilihan yang tepat untuk menjaga otak tetap sehat. Hasyah..!
Saya meng-amini kutipan di atas, yang saya juga tidak tahu dikutip darimana. Dari selokan rumah sebelah ? Sepertinya iya? (saya jadi curiga.. *mata menyipit*).
Maka,untuk menghindari disfungsi otak kiri yang mulai renta, kami (baca: saya dan Okta)
Saya meng-amini kutipan di atas, yang saya juga tidak tahu dikutip darimana. Dari selokan rumah sebelah ? Sepertinya iya? (saya jadi curiga.. *mata menyipit*).
Maka,untuk menghindari disfungsi otak kiri yang mulai renta, kami (baca: saya dan Okta)
Monday, October 28, 2013
Tirus
Untukmu bidadari berwajah
tirus,
Senyummu adalah senja di altar
langit
yang rerumputan saja tertegun
manatap...
- indah - jelita-
Adalah titah Ar-Rahman
mencipta insan
Duhai...!
Menerjemahmu, ini aku miskin
kata,
-untuk wanita cantik kepunyaan Allah-
Dari Alpha-Omega, Ceracau Wanita!
Mungkin sebagai perempuan saya merasa wajar saja jikalau ini
terjadi berulang-ulang. Memang kodratnya begitu kan? Perempuan selalu bingung
membaca peta (berusaha beralibi), kecuali peta keuangan dan peta
perselingkuhan. ?
Kita masih ingat ya tanggal 21 April hari apa? Iyap hari ibu
kita Kartini (Tapi ibu saya namanya Tari, bukan Kartini. Saya ganti boleh? Ibu
kita Tari? *jebreet, kena pites). Perjalanan memperjuangkan emansipasi yang
terkadang secara menjengkelkan saya ubah menjadi emansisapi, apalagi di India
ini, emansisapi-nya sangat kuat sekali. Seseorang bisa ditangkap polisi jika
berkurban sapi di Idul Adha. Keren bukan?
Tips Menghadapi Ujian. Sukses..
Hi, how r u? Fine?
Sick? Owh, u ask me how am I? Yeah, I’m busy of examination, exactly correct a
lot of pieces of examination paper -__-. Is there anybody who can help me??
(ngarep * “ngarep” bahasa inggrisnya apa? Hehe*).
Okay,
ngomong-ngomong tentang examination, beberapa diantara kita mungkin menganggap
ujian adalah momok yang menakutkan. Dan itulah yang terjadi pada murid-murid
saya. Seolah-olah ujian adalah malaikat pencabut nyawa setelah Izrail [?]. Seakan,
ruh peradaban yang sarat
dengan misi-misi ketuhanan seolah-olah telah mati. Dan dunia tanpa pusat
membentang luas, tak berbatas. Levitasi-levitasi kertas, penghapus dan
suara-suara sumbang berkeliaran di ruang ujian. Mereka digelayuti pemikiran
yang dikotomis, mengapa sangat berfikir sektoral dan sempit? Ujian itu mudah,
tapi jangan hadapi dengan senyuman. Sekali lagi jangan!!
Friday, August 16, 2013
Story from India : Hujan,Flu,Kereta
Tuesday,
13 august 2013
“Hari ini aku titip salam ya ke profesornya.
Kalau beliau nanyain aku, bilang aku ga nanyain dia”, ujarku dengan sedikit
bercanda pada Okta, teman satu flat sekaligus teman satu kelasku. Dia hanya
menimpali dengan tertawa renyah di pagi yg sedikit basah oleh rinaian hujan
halus. Ia pun berlalu sesambil aku menarik selimut dalam-dalam dan dalam diam
pula aku menitikkan air mata. Bukan sebab begitu parahnya sakitku, atau tidak
bertemu profesor hari ini (kalau yg satu ini aku justru bahagia tidak masuk
kelas), bersebab mengapa situasi ini begitu menyakitkan. Aku mulai
berandai-andai jikalau saat ini aku
berada di rumah,
Gunung Sinabung, Hap..Hap.. :))
Dan sebutlah Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari (QS 3:41)
Assalamu’alaikum wr wb..
Hei,
kau tahu teman? Saya baru saja menyadari bahwa “Dunia adalah panggung
sandiwara”. Walau sedikit terlambat paham dari pada (pencipta lagunya), namun
saya beruntung bahwa saya adalah orang terpilih yang menyadari hal itu.
hitam-putih, kiri-kanan, pahit-manis, menang-kalah, baik-buruk, untung-rugi,
ada sebuah pengaturan yang Maha dahsyat di sana. Dan kita, sudah ditakdirkan
menjadi seorang pemilih sejak saat awal menatap dunia, bahkan sekalipun jaauuh
sebelum itu. Ah, pantas bayi menangis saat dilahirkan! Well, ngomong apa ini? oke,
fokus, fokus, fokus!
Beberapa bulan lalu, tepatnya tanggal 14
Februari 2013 (saya ingat sebab pada tanggal ini saya lebih banyak beristighfar
melihat pemuda-pemudi yg tertipu karena cinta *halah*), saya bersama dengan 9
orang teman lainnya mencoba menikmati gunung Sinabung (saya teringat kata
seorang teman bahwa gunung tidak bisa ditaklukkan, tetapi hanya bisa
dinikmati). Saya yang sedari dulu sangat berkeinginan melihat Sunrise di atas
bukit seolah memiliki kesempatan to make my dream comes true. Kami
bersepuluh-ria berkomposisikan 8 orang perempuan anggun garis keras,?,
Thursday, July 25, 2013
Amnesia
Saya baru tersadar, ternyata blog ini sudah ada pada tahun 2009 dan hanya memuat 17 tulisan. Betapa MENYEDIHKANNYA saya!!
Huah, izinkan saya utk melindaskan diri pada truk tanah sekejap saja.. Boleh? boleh. makasih! -_-
Huah, izinkan saya utk melindaskan diri pada truk tanah sekejap saja.. Boleh? boleh. makasih! -_-
Jaegiong
Ujung mata saya selalunya mengulang, pesan itu selalu
berteriak meminta saya menyinggahinya. Sebanyak itupula saya menjadi tidak tahu
sedih atas dasar apa. Pesan yang saya terima tepat pukul 07.32 pagi ini.
Menyiratkan perpisahan, luka dan air mata. Entah apa yang sedang bersemayam di
otak saya saat merunut satu persatu pertemuan dan perpisahan. Dan saya yakin
seyakin-yakinnya bahwa berjabat tangan, menoleh, bahkan sekedar berimajinasi
saja, sudah digariskan olehNya. Sebab itu seharusnya, saya tidak se-menyedihkan
ini atau tidak se-mellow dan melankolis sempurna hari ini..
Saturday, September 29, 2012
Everything has a meaning
Tulisan kali ini
demikian berbobot, saya beberapa kali berdecak kagum membacanya, sekian ratus
kali mengelus jenggot, percayalah! Lebih bermakna daripada tulisan2 sebelumnya
yang umm..engng..yah sedikit acakadut. Walau saya terlihat sedikit alegori,
namun yakinlah tulisan ini mampu membuat otak anda menerawang sejauh mana
langit berbatas atau sedalam mana rindu anda membaca tulisan saya, *halah!!
Oke, cukup!
Jum’at adalah satu
dari 7 hari yang sangat berkah. Bagi seorang mahasiswi, sebut saja namanya Mery
yang selalu -insyaallah selamanya- sangat mendamba sebuah hari Jum’at.
Friday, September 28, 2012
SD itu Suka-suka Datengnya
"Kata bukanlah
alat mengantarkan pengertian. Dia bukan seperti pipa yang menyalurkan air. Kata
adalah pengertian itu sendiri. Dia bebas. Kata-kata bebas dari penjajahan
makna."
-Sutardji Calzoum
Bachri-
Kata bung Roma,
“masa muda masa yang berapi-api”. Lantas saya berfikir, masa kecil masa
yang...? ah, sebut saja masa yang sesuka hati.
Coba ingat-ingat,
sejauh mana kita mampu mengingat masa kecil kita? Di umur 3 tahunkah? 4 tahun?
5 tahun? Atau sejak kelas 4 SD?(yang ini parah bangeet..)
Secara pasti saya
tidak ingat kapan saya mulai mengingat kehidupan yang membingungkan ini. Saya
bingung mengapa saya terbingung-bingungkan terhadap masa kecil yang saya alami
namun memori otak saya cukup sempit mengingat-ingat itu, terutama pada
tahap-tahap kebingungan anak kecil jika diberi sesuatu yang berwarna-warni. Dan
apakah anda juga bingung membacanya. Oke, kita sudahi di sini saja, biarkan
bingung berlalu..
Monday, September 10, 2012
Fogging... -_-
Hmm.. rindu juga
untuk menulis. Kalian juga rindu kan membaca tulisan saya? Sudah akui
saja. (?)
Hmm... Begini,
agaknya ada yang mesti dipertanyakan oleh kemampuan tangan saya dalam membuat
suatu benda berubah menjadi suatu fungsi yang berbeda. Semacam disfungsi
sebagian atau total. Dan menurut saya, itu bukan sesuatu yang patut
dibanggakan. -_-
Pernah dulu, saya
yang demikian pongah mengaku sangat lihai dalam bidang pangkas memangkas
rambut. Yah, sekian ratus kalinya, adik sayalah yang menjadi korban kemahiran
kedua tangan saya ini. Awalnya, dia merasa agak ragu untuk menjadi pasien
gadungan ahli pangkas yang sangat anggun ini (baca: saya). Mungkin juga adik saya
tidak pernah menyangka bahwa kakaknya yang bak bidadari turun dari pohon kelapa
Sunday, September 2, 2012
Me-Nge-Nang-Mu.
Nafas ini adalah
engkau yang selalu menjamak rinduku, terhitung detik, jam, bulan dan tahun.
Tahun dan tahun.
Hingga waktu berarak merekam jejak demi jejak perjalanan kita, hingga jejak mengabu tak kentara.
Mengenangmu adalah sekuntum puisi yang tak berbait,
adalah kata yang tak
terangkai, denyut yang tak mampu kueja hanya dengan mata,
tapi harus kuselam dengan hati.
Saturday, September 1, 2012
This Accident is Different.. -__-
Setiap proses butuh
reses, itulah turbelensi hidup. Bahkan seperti sebuah handphone yang menemani
saya selama ini, ia sedang memasuki zona peristirahatannya (saya harap, bukan
peristirahatan terakhir), sesukanya terkadang hidup terkadang pingsan.
Terkadang juga kita merasa hidup ini tidak sempurna. Disequilibrium, lelah
dengan banyaknya orang menginterupsi pilihan-pilihan yang kita mau. Ada baiknya
kita segera sadar, sesadar itik yang pulang ke kandang jika senja menjelang
atau setinggi semangat mentari yang tepat bersinar pada pagi hari dan tenggelam
menjelang malam. Bayangkan jika matahari merasa muak dengan kehidupan dan malas
menerbitkan diri.. Itu bisa sesuatu bangeet.. *muke luu..
Subscribe to:
Posts (Atom)